Sabtu, 02 November 2013

Akurasi Timer/Counter pada AVR


Beberapa waktu yang lalu ada seorang kawan yang minta diajari membuat timer 1 detik menggunakan mikrokontroler. Kebetulan uC yang dia pakai Atmega8 dengan clock intenal.
Langsung aja tek bikinin pake CodeVision AVR  dengan memanfaatkan interrupt overflow pada timer0.
Pada CodeVision AVR terdapat fasilitas CodeWizard yang mempermudah kita dalam membuat program. Untuk mengaktifkan interrupt overflow timer0 kita tinggal memilih clock source, clock value, Overflow interrupt, dan timer value pada tab timer0.
Untuk membuat timer 1 detik dengan frekuensi clock uC 8MHz internal saya menggunakan parameter timer0 sebagai berikut.
  • Clock source = system clock
  • Clock value = 1000,000 kHz
  • Timer value = 0x9B
  •  Memberi centang pada kotak Overflow interrupt.
Pada proses diatas sebenarnya kita mengubah nilai pada register TCCR0, TCNT0 dan TIMSK. Tiga bit LSB dari register TCCR0 merupakan bit CS0 (Clock select) yang digunakan untuk menentukan frekuensi clock dari timer0.
Nilai bit CS02 s/d CS00 sesuai tabel 1 dibawah.
Tabel.1 Timer/Counter0 Prescaler

Karena menggunakan clock value 1000,000kHz (1MHz) yang berarti 1/8 dari frekuensi clock uC, maka register TCCR0 bernilai 0x02.
TCNT0 merupakan register yang bertugas untuk menghitung pulsa yang masuk kedalam timer0/counter0. Setelah program berjalan maka niai register ini akan bertambah satu setiap clock timernya dan akan mengalami overflow setelah mencapai nilai 0xFF. Ketika register TCNT0 mengalami overflow maka bit TOV0(Timer/Counter0 Overflow Flag) pada register TIFR (Timer/Counter Interrupt Flag Register) akan bernilai 1 dan akan kembali ke-0 jika rutin interrupsi dijalankan. Akan tetapi jika rutin interrupsi tidak diaktifkan maka nilai TOV0 akan tetap set(1) dan harus di clear (0) secara manual.
Nilai TCNT0 dapat diisi dengan nilai 0x00 s/d 0xFF. Nilai ini sebagai inisialisasi nilai timercounter yang kita buat. Pada proses menggunakan codeWizard diatas, saya memasukan nilai timer value 0x9B atau senilai dengan 155 desimal. Ini dimaksudkan untuk mempermudah perhitungan. Jika inisialisasi TCNT0 = 155 dan maksimal nilainya 255 maka nilai TCNT0 hanya akan menghitung sebanyak 100 pulsa. Setiap 100 pulsa timer/counter0 terjadi Overflow pada TOV0.
Memberi tanda centang pada Overflow interrup di CodeWizard dialog akan mengubah nilai register TIMSK(Timer/Counter Interrupt Mask Register). Timer/counter0 hanya memiliki fasilitas interrupt overflow. Jika ini diaktifkan maka Bit TOIE0(Timer/Counter Interrupt Enable) akan bernilai 1 (set). Bit TOIE0 ini berada pada bit ke-0 register TIMSK sehingga jika kita akan mengaktifkan timer0 Overflow interrupt maka nilai register TIMSK adalah 0x01.
Sedangkan untuk mengaktifkan fungsi interrupt global dengan menambahkan #asm(“sei”) yang artinya men-set enable interrupt. Dengan menambahkan perintah ini maka nilai bit I pada register SREG akan bernilai 1. Untuk meng-clear kan bit-I digunakan code #asm(“cli”).
Setelah di-generate maka akan dibuatkan template program sesuai kebutuhan kita. Untuk seting parameter timer0 dan interupsi terdapat pada subrutin void main(void) berikut. 

Jumat, 30 Agustus 2013

Generator Sinus Menggunakan Mikrokontroler ATmega8

Sebagian besar orang yang hoby mainan mikrokontroler memanfaat DAC melalui PWM. Tidak salah memang karena level tegangan dinyatakan pada persentase duty cycle pada gelombang kotak keluaran port PWM.

Pada kesempatan kali ini saya sedikit mencoba trik DAC yang lain yaitu dengan merubah level 8 bit bilangan pada port mikrokontroler kedalam level tegangan. Rangkaian konverter tegangan utama yaitu rangkaian 2R-R dibawah.
gambar 1. Rangkaian DAC (2R-R)
Langkah berikutnya adalah menyusun data yang akan dikeluarkan melalui rangkaian DAC diatas.
Sesuai dengan judul postingan ini, maka data yang akan dikeluakan merupakan serangkaian data yang akan membentuk gelombang sinus. Kali ini jumlah data yang akan dikeluarkan sebanyak 256 data. Dari 256 data, nilai masing – masing datanya disusun dalam bentuk array. Berikut array untuk gelombang sinus.

const char Sinus[] = { 
            0x80, 0x83, 0x86, 0x89, 0x8c, 0x8f, 0x92, 0x95, 0x98, 0x9c, 0x9f, 0xa2, 0xa5, 0xa8, 0xab, 0xae,
            0xb0, 0xb3, 0xb6, 0xb9, 0xbc, 0xbf, 0xc1, 0xc4, 0xc7, 0xc9, 0xcc, 0xce, 0xd1, 0xd3, 0xd5, 0xd8,
            0xda, 0xdc, 0xde, 0xe0, 0xe2, 0xe4, 0xe6, 0xe8, 0xea, 0xec, 0xed, 0xef, 0xf0, 0xf2, 0xf3, 0xf5,
            0xf6, 0xf7, 0xf8, 0xf9, 0xfa, 0xfb, 0xfc, 0xfc, 0xfd, 0xfe, 0xfe, 0xff, 0xff, 0xff, 0xff, 0xff,
            0xff, 0xff, 0xff, 0xff, 0xff, 0xff, 0xfe, 0xfe, 0xfd, 0xfc, 0xfc, 0xfb, 0xfa, 0xf9, 0xf8, 0xf7, 
            0xf6, 0xf5, 0xf3, 0xf2, 0xf0, 0xef, 0xed, 0xec, 0xea, 0xe8, 0xe6, 0xe4, 0xe2, 0xe0, 0xde, 0xdc,
            0xda, 0xd8, 0xd5, 0xd3, 0xd1, 0xce, 0xcc, 0xc9, 0xc7, 0xc4, 0xc1, 0xbf, 0xbc, 0xb9, 0xb6, 0xb3,
            0xb0, 0xae, 0xab, 0xa8, 0xa5, 0xa2, 0x9f, 0x9c, 0x98, 0x95, 0x92, 0x8f, 0x8c, 0x89, 0x86, 0x83,
            0x80, 0x7c, 0x79, 0x76, 0x73, 0x70, 0x6d, 0x6a, 0x67, 0x63, 0x60, 0x5d, 0x5a, 0x57, 0x54, 0x51,
            0x4f, 0x4c, 0x49, 0x46, 0x43, 0x40, 0x3e, 0x3b, 0x38, 0x36, 0x33, 0x31, 0x2e, 0x2c, 0x2a, 0x27,  
            0x25, 0x23, 0x21, 0x1f, 0x1d, 0x1b, 0x19, 0x17, 0x15, 0x13, 0x12, 0x10, 0x0f, 0x0d, 0x0c, 0x0a,
            0x09, 0x08, 0x07, 0x06, 0x05, 0x04, 0x03, 0x03, 0x02, 0x01, 0x01, 0x00, 0x00, 0x00, 0x00, 0x00,
            0x00, 0x00, 0x00, 0x00, 0x00, 0x00, 0x01, 0x01, 0x02, 0x03, 0x03, 0x04, 0x05, 0x06, 0x07, 0x08,
            0x09, 0x0a, 0x0c, 0x0d, 0x0f, 0x10, 0x12, 0x13, 0x15, 0x17, 0x19, 0x1b, 0x1d, 0x1f, 0x21, 0x23,
            0x25, 0x27, 0x2a, 0x2c, 0x2e, 0x31, 0x33, 0x36, 0x38, 0x3b, 0x3e, 0x40, 0x43, 0x46, 0x49, 0x4c,
            0x4f, 0x51, 0x54, 0x57, 0x5a, 0x5d, 0x60, 0x63, 0x67, 0x6a, 0x6d, 0x70, 0x73, 0x76, 0x79, 0x7c
            };

Selanjutnya tinggal menerapkanya kedalam rangkaian percobaan.

Sabtu, 20 Juli 2013

Aplikasi Jaringan Sensor Nirkabel Untuk Pengukuran Pergerakan Tanah Menggunakan Sensor Percepatan 3 Sumbu Pada Daerah Rawan Longsor

Dwi Kurniawan, Imron Rosyadi,S.T.,M.Sc, Azis Wisnu Widhi N,S.T.,M.Eng

Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Jenderal Soedirman

Jl.Mayjend Sungkono KM 05 Blater Purbalingga Indonesia
AbstractOne of the efforts in mitigating landslides are periodic monitoring of soil movement. It is possible if there is a device that have abillity to measuring ground displacement. H48C accelerometer is a device that capable of measuring dynamic and static acceleration so that it is possible to measure the displacement of the soil material. Problem in the design of ground displacement measurement system is a field that is generally located on the slopes of hills or mountains. Manufacture of wireline system will certainly have limitations in terms of flexibility and portability. Wireless Sensor Networks (WSN) is one solution to these problems. Transfer data on WSN can use the XBee RF module using ZigBee communication network.

Index Terms Accelerometer, Wireless Sensor Networks, Landslide, ZigBee.

I.     Pendahuluan

Komponen utama dalam perancangan JSN untuk pengukuran pergerakan tanah terdiri dari unit sensor, dan unit komunikasi. Unit sensor tersusun oleh akselerometer yang digunakan untuk mengukur perpinahan material tanah. Untuk unit komunikasi tersusun oleh modul Xbee sehingga transfer data antar node dapat dilakukan secara wireless. Selain unit sensor dan unit komunikasi terdapat juga unit Real Time Clock (RTC) sebagai unit yang mengatur pewaktuan pengiriman data.
Perpindahan posisi material tanah dapat dideteksi menggunakan sensor akselerometer H48C dengan melakukan integrasi berganda pada data percepatan yang didapat dari akselerometer. Data yang diperoleh dari akselerometer mengandung noise sehingga diperlukan pemfilteran data. Filter yang digunakan merupakan filter digital Low Pass Filter (LPF) dan menggunakan prototype filter Bessel.

Sabtu, 29 Juni 2013

Unlock TV China (ICHICKO 21”) Menggunakan Mikrokontroller


Mungkin judul posting ini kurang sesuai tapi binggung mau ngasih judul apa Cuma pengin berbagi pengalaman aja.
Beberapa waktu yang lalu dapat sms gini :

081327XX... : “Mas, bisa benerin TV China ga?”
Me  :”Ni siapa?dari mana? Merk nya pa?permasalahanya knp?”
081327XX... : “mr A, dari ds B. ICHICKO 21 inci, nyala Cuma biru ada tulisan LOCK”

Deket rumah mr 081327xx ada tukang servis TV jadi ga enak, sedikit males juga.

Me  : “Ouw, itu ke progrm nya ke kunci mas, ke mas Z ja pasti bisa.”
081327XX... : “udah mas, remot ilang jd mas Z ga sanggp.”
Me  : “ya dah nanti tek coba.”

Demikian awal mula kejadianya...
Dari sms yang saya terima dapat kesimpulan masalah pada EEPROM, dan remot TV ga ada sehingga susah buat unlock pake remot universal, lagi pula sejatinya saya bukan tukang servis TV jadi ga hafal kode servis TV yang begitu banyak merknya.

So, langsung saja persiapan amunisi...

Mengatasi Error B200 pada printer Canon iP2770



Error B200 pada printer canon iP2770 merupakan error yang terjadi karena tegangan kerja printer yang masuk ke catridge tidak stabil. Hal ini dikarenakan beberapa faktro diantaranya:

  1. Sering terjadi lonjakan tegangan PLN yang mensuplai printer. Bisa disebabkan karena tiba – tiba listrik padam dan nyala sedangkan kontak printer masih terhubung meskipun printer dalam keadaan off.
  2. Catridge yang sudah error, meskipun masih bekerja seperti halnya catridge normal akan tetapi catridge ini mengkonsumsi arus lebih besar dari pada catridge yang masih normal.
Error B200 ditandai dengan munculnya pesan error pada saat printer diperintahkan bekerja. Biasanya pesan error ini memberikan keterangan untuk melepas sambungan listrik dan menghubungi kontak servis. Kemudian setelah pesan error ini muncul printer akan berkedip pada indikator resume(orange) dan indikator power(hijau) secara bergantian.
Error B200 dapat diatasi sendiri atau jika anda kurang yakin silakan bawa ketempat servis printer biasanya anda ditawarkan untuk ganti logic board yang harganya hampir sama dengan harga printer baru.
Untuk mengatasi error ini perlu dilakukan pengecekan pada 3 bagian utama yaitu power supply printer, catridge, dan logic board. Sehingga berikut langkah – langkah mengatasi error B200 pada printer canon iP2770.

Jumat, 28 September 2012

Eagle 3D Menggunakan POV-ray

Bingung mikir terlalu banyak yang perlu dipikirkan dan terlalu banyak pekerjaan yang harus diselesaikan alhasil otak malah ga dapet inspirasi sama sekali dan ga ngerjain apa – apa.
Mending refreshing dulu mainan eagle mudah – mudahan bermanfaat dan setelah ini dapet inspirasi lagi.


Softwere eagle mungkin bukan hal yang baru bagi para desainer PCB maupun orang – orang yang hobi elektronika. Sekilas softwere ini tampak sederhana akan tetapi jika dieksplor lebih lanjut , software ini cukup kompleks dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan diantaranya:
  1. Membuat skematik rangkaian dengan memanfaatkan Eagle sch
  2. Membuat layout PCB dengan memanfaatkan Eagle Brd
  3. Membuat simbol dan package komponen ataupun blok rangkaian yang jarang ditemukan dengan membuat library sendiri
  4. Membuat script yang dapat dieksekusi oleh mesin CNC
  5. Membuat tampilan 3D dari layout PCB yang dibuat dengan memanfaatkan eagle3d ULP dan bantuan softwere POV-ray
  6. Dan mungkin masih banyak kelebihan yang lain jika kita meng-eksplor lebih lanjut
Dalam posting kali ini saya akan menunjukan penggunaan eagle untuk membuat tampilan 3D.
Hal – hal yang perlu disiapkan adalah sebagai berikut.

Sabtu, 28 Juli 2012

Membuat PCB double layer sendiri

Sebelum saya melanjutkan postingan saya ini, mungkin salah satu atau lebih asumsi berikut pernah terpikirkan oleh anda.
  1. Selama masih bisa dibikin single layer ga perlu bikin yang double layer.
  2. Mendesain PCB double layer dilakukan oleh orang - orang yang males berfikir karena dia malaa mencari celah untuk membuat jalur dan lebih memilih untuk men-jumper dari layer atas ke bawah.
  3. Membuat PCB double layer lebih usah dari pada membuat PCB single layer
  4. Membuat PCB double layer membutuhkan waktu yang lebih lama. 
Tapi bagaimana pendapat anda jika anda mampu membuat PCB double layer dengan alat yang sangat sederhana, terus bagaimana perasaan anda ketika ada orang melihat PCB buatan anda dan mengira itu adalah PCB pabrikan?
 
Kepuasan batin merupakan sesuatu yang tak dapat diukur nilainya jadi ga ada salahnya kita mencoba...
baik lah ga usah berpanjang lebar, berikut langkah - langkah membuat PCB double layer dengan menggunakan alat yang paling sederhana.

Secara garis besar, langkah pembuatan PCB dapat dikelompokan menjadi beberapa langkah berikut.
  • Pembuatan Film
  • Penyablonan
  • Proes Etching
  • Finishing 
Untuk membuat PCB double layer peralatan yang dibutuhkan diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. PCB double layer polos
  2. Setrika listrik
  3. Mika transparasi
  4. Bor listrik dengan mata bor berdiameter 0.8 mm s/d 1 mm
  5. Spidol permanen ( Marker)
  6. Ferichloride(FeCl3) atau larutan HCL + H2O2
  7. Amplas abrasive dengan nomor 400 – 1000
  8. Baskom / wadah (jangan yang terbuat dari logam)
  9. Sendok kayu / plastik
  10. Cutter / gunting 
  11. Gergaji besi
  12. Bensin
  13. Kain lap halus dan bersih / tisu

Pembuatan Film

Langkah pembuatan film adalah dengan diawali membuat desain PCB dengan menggunakan software pembuat PCB dan kemuduan mencetak desain kedalam Film yang akan digunakan.

Pada contoh kali ini saya membuat desai PCB dengan menggunakan software Eagle 5.11.0 (bisa di download disini). Dan layout desain PCBnya sesuai gambar 1 dibawah.

Layout layer bawah (bottom)
 

Layout layer atas (Top)

Gambar 1. Layout PCB menggunakan software Eagle

Kemudian cetak layout

Sabtu, 23 Juni 2012

Komunikasi RFID


Sejarah RFID

(CoPas dari Wikipedia)

Pada tahun 1946, Léon Theremin menemukan alat mata-mata untuk pemerintah Uni Soviet yang dapat memancarkan kembali gelombang radio dengan informasi suara. Gelombang suara menggetarkan sebuah diafragma (diaphragm) yang mengubah sedikit bentuk resonator, yang kemudian memodulasi frekuensi radio yang terpantul. Walaupun alat ini adalah sebuah alat pendengar mata-mata yang pasif dan bukan sebuah kartu/label identitas, alat ini diakui sebagai benda pertama dan salah satu nenek-moyang teknologi RFID. Beberapa publikasi menyatakan bahwa teknologi yang digunakan RFID telah ada semenjak awal era 1920-an, sementara beberapa sumber lainnya menyatakan bahwa sistem RFID baru muncul sekitar akhir era 1960-an.......
Sebuah teknologi yang lebih mirip, IFF Transponder, ditemukan oleh Inggris pada tahun 1939, dan secara rutin digunakan oleh tentara sekutu di Perang Dunia II untuk mengidentifikasikan pesawat tempur kawan atau lawan. Transponder semacam itu masih digunakan oleh pihak militer dan maskapai penerbangan hingga hari ini.
Karya awal lainnya yang mengeksplorasi RFID adalah karya tulis ilmiah penting Harry Stockman pada tahun 1948 yang berjudul Communication by Means of Reflected Power (Komunikasi Menggunakan Tenaga Pantulan) yang terbit di IRE, halaman 1196–1204, Oktober 1948. Stockman memperkirakan bahwa "...riset dan pengembangan yang lebih serius harus dilakukan sebelum problem-problem mendasar di dalam komunikasi tenaga pantulan dapat dipecahkan, dan sebelum aplikasi-aplikasi (dari teknologi ini) dieksplorasi lebih jauh."
Paten Amerika Serikat nomor 3,713,148 atas nama Mario Cardullo pada tahun 1973 adalah nenek moyang pertama dari RFID modern; sebuah transponder radio pasif dengan memori ingatan. Alat pantulan tenaga pasif pertama didemonstrasikan pada tahun 1971 kepada Perusahaan Pelabuhan New York (New York Port Authority) dan pengguna potensial lainnya. Alat ini terdiri dari sebuah transponder dengan memori 16 bit untuk digunakan sebagai alat pembayaran bea.
Pada dasarnya, paten Cardullo meliputi penggunaan frekuensi radio, suara dan cahaya sebagai media transmisi. Rencana bisnis pertama yang diajukan kepada para investor pada tahun 1969 menampilkan penggunaan teknologi ini di bidang transportasi (identifikasi kendaraan otomotif, sistem pembayaran tol otomatis, plat nomor elektronik, manifest [daftar barang] elektronik, pendata rute kendaraan, pengawas kelaikan kendaraan), bidang perbankan (buku cek elektronik, kartu kredit elektronik), bidang keamanan (tanda pengenal pegawai, pintu gerbang otomatis, pengawas akses) dan bidang kesehatan (identifikasi dan sejarah medis pasien).
Demonstrasi label RFID dengan teknologi tenaga pantulan, baik yang pasif maupun yang aktif, dilakukan di Laboratorium Sains Los Alamos pada tahun 1973. Alat ini diperasikan pada gelombang 915 MHz dan menggunakan label yang berkapasitas 12 bit.
Paten pertama yang menggunakan kata RFID diberikan kepada Charles Walton pada tahun 1983 (Paten Amerika Serikat nomor 4,384,288).

Komunikasi RFID

Didalam kominikasi RFID dibutuhkan minimal dua buah perangkat yakni :

Problem AVR USB-Downloader on 64Bit

Bermasalah dengan AVR downloader usb anda karena perangkat yang anda gunakan komputer 64 - bit?

Tidak sedikit memang perangkat keras maupun perangkat lunak yang bermasalah dengan komputer 64-bit. Hal ini dikarenakan perbedaan aliran data antar windows nya.
Bagi penggemar mikrokontroler mungkin sering bermasalah dengan hal diatas. Salah satunya saat menggunakan downloader type asp.
USB Asp downoader merupakan perangkat untuk mendownload program dari komputer ke mikrokontroler yang banyak digunakan hal tersebut karena perangkat ini relatif murah dan simpel. Akan tetapi  pengguna usb asp sering terhambat masalah driver yang tidak kompatibel dengan komputer dengan processor 64-bit.

Gambar 01. CT-USB Downloader (USB asp)

Permasalahan tersebut sekarang telah terpecahkan dengan adanya driver downloader ASP.  Bagi yang sudah punya hardware usb asp bisa download drivernya disini.
Atau download dari link dibawah yang merupakan CD bawaan jika anda membeli CT-USB Downloader dari Comutech
Dalam paket CD bawaan ini terdapat AVR Dude GUI 3.0, eXtreme Burner, driver untuk Win 32-bit dan Win 64-bit serta manual penggunaan softwere.

Bagi yang ingin mendapatkan hardware CT-USB Downloader dengan harga miring dapat hubungi personal dibawah :
- Dwi Kurniawan (085640068046) Fb:dias.no1@gmail.com
- Ifan Ardi (085647612353) Fb:dangkal_13@yahoo.co.id
- Herryawan Pujiharsono (085726316407) Fb:herryawan.ph@gmail.com

Sabtu, 07 Januari 2012

AVR Rescue

Bagi yang suka bermain uC, mungkin sering menjumpai permasalahan berikut .
1. Signature dari uC tidak terbaca
2. Ada pesan "target doesn't answer" saat menjalankan avrdude
3. Tidak dapat melakukan penulisan flash ataupun EEPROM pada uC

gb1. Contoh uC sekarat
Jika pernah menjumpai permasalahan diatas, dapat dikatakan uC anda sedang sekarat. Sedih bukan ?
Jujur saja kami sendiri juga pernah pasrah menghadapi permasalahan diatas, dan satu - satunya solusi yang dapat kami lakukan adalah denga membeli uC baru. Akan tetapi setelah dipikir - pikir ternyata jasad uC yang sekarat dikotak komponen semakin banyak dan jika dihitung biaya untuk membeli uC serupa ternyata semakin tinggi sehingga kami mulai melakukan misi P3K (Pertolongan Pertama Pada uKontroler).
Diawali dengan identifikasi penyebab, ternyata faktor utama yang paling sering menyebabkan uC sekarat diantaranya adalah.
1. Kesalahan penulisan fuses
2. Suplai tegangan pada uC terlalu tinggi
Dari hasil googling kesana-kemari akhirnya ditemukan cara menyelamatkan uC sekarat dengan menggunakan High Voltage Programer (HVP).

Senin, 26 Desember 2011

Akusisi Data Percepatan Menggunakan 3 Axis Accelerometer H48C

Oleh : Dwi Kurniawan
Dalam percobaan ini, modul acelerometer yang digunakan adalah buatan Parallax.Inc dimana dalam modul ini sensor yang digunakan adalah H48C dan telah terintegrasi dengan 4 chanel 12-bit A/D converter with serial interface MCP3204.
Gambar 1. Blok diagram H48C
Blok diagram dari H48C ditunjukan oleh gambar 1. Dengan AOX sebagai analog output sumbu x, AOY sebagai analog output sumbu y, AOZ sebagai analog output sumbu y, dan Vref sebagai tegangan referensi. Maka, untuk mengetahui besarnya percepatan yang dinyatakan dalam level tegangan analog untuk tiap sumbu adalah sebagai berikut.
gX = AOX - Vref (mV) ..................................................(4.1)
gY = AOY - Vref (mV) .................................................(4.2)
gZ = AOZ - Vref (mV) ..................................................(4.3)
Pada modul 3 axis accelerometer buatan Parallax.Inc output tegengan analog tiap sumbu dan output Vref dihubungkan dengan MCP3204 untuk mengkonversi data analog menjadi digital dan mengirimkanya ke kontroler secara serial.

Rabu, 14 Desember 2011

Aplikasi RTC ( Real Time Clock ) Menggunakan DS1307

Oleh : Dwi Kurniawan

DS1307 merupakan IC RTC yang menggunakan protokol I2C (Inter IC Bus ) yang sesuai dengan protokol TWI (2 wire serial interfaces) pada mikrokontroler AVR. Dalam komunikasi menggunakan protokol I2C hanya diperlukan 2 jalur data yakni SCL (Serial Clock) dan SDA (Serial Data).

1. Skema Rangkaian Percobaan
Percobaan RTC DS1307 ini menggunakan arduino deumilanove dengan mikrokontrolernya adalah Atmega328 yang mana pin SCL terletak pada kaki no 28 pada Atmega328 dan dalam arduino board disebut sebagai pin A5, sedangkan pin SDA terletak pada kaki no 27 pada Atmega328 dan dalam arduino board disebut sebagai pin A4.
Skematik rangkaian percobaan untuk modul RTC ditunjukan oleh gambar dibawah ini.
Gambar.1 Skematik rangkaian percobaan modul RTC dengan IC DS1307

Jumat, 23 September 2011

LED Matrik



Berikut ini contoh LED matrik yang dibuat oleh anak - anak Comutech
LED matrik ini ditunjukan untuk A Mild Creation Contest

Selasa, 20 September 2011

Materi Pembelajaran EkSkul Robotika

Berikut ini daftar materi pembelajaran ekskul robotika bagi pemula.
Silakan klik pada list materi untuk mendownload tutorialnya.
1. Modul 1-Pengenalan komponen dasar elektronika
2. Modul 2-Perkenalan konsep dasar robotika
3. Modul 3-Sistem bilangan
4. Modul 4-Teknik interfacing mikrokontroler
5. Modul 5-Pembutan PCB

Klik disini untuk download keseluruhan seri Hardware, untuk seri softwarenya menyusul

Rabu, 29 Juni 2011

Decision Tree

PREDIKSI PENYAKIT KANKER DENGAN
MODEL DECISION TREE (POHON KEPUTUSAN)
Herryawan Pujiharsono1, Dwi Kurniawan2, Rio Irsyad3
1,2,3 Program Studi Teknik Elektro, Jurusan Teknik, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Jenderal Soedirman
Jl.Kampus No.1 Grendeng Purwokerto Utara
Email : i1a006009@yahoo.co.id1, dias.no1@gmail.com2, link_eyes@yahoo.com3
ABSTRAK
Penentuan seseorang menderita cancer atau tidak dilakukan dengan beberapa tahap uji laboratorium. Pengambilan keputusan dilakukan dengen berbagai metode, salah satunya dengan menggunakan model decision tree (pohon keputusan). Model ini merupakan metode yang berusaha menemukan fungsi-fungsi pendekatanyang bernilai diskrit dan tahan terhadap data-data yang terdapat kesalahan.Pengambilan keputusan cancer atau bukan dilakukan dengan cara menuliskan pohon keputusan kedalam bentuk first order logic yang merupakan ekspresi sederhana dari operasi-operasi disjunction dan conjunction.
Kata Kunci: Decision tree, Prediksi, Cancer.


1 .PENDAHULUAN
Cancer disebut juga sebagai tumor ganas karena perkembanganya sangat cepat dan tidak terkendali. Cancer dapat dengan mudah menyebar ke organ-organ tubuh lainya dan menyebabkan kematian.
Umumnya,cancer diketahui setelah setadium lanjut karena gejala cancer sendiri tidak nyata dan mirip dengan penyakit lain yang tidak ganas sehingga penderita cancer yang datang memeriksakan diri ke klinik kebanyakan telah menderita cancer pada setadium lanjut.Oleh karena itu pengobatanya menjadi sangat sulit,apalagi bila sel cancer sudah menyebar.
Karena sifat dari gejala cancer yang sulit di identifikasi,maka dilakukan uji laboratorium bertahap yang kemudian sering disebut sebagai uji saring.Pemeriksaan ini juga dimaksudkan untuk deteksi dini penyakit cancer.
Yang menjadi permasalahan adalah :
- Diperlukan beberapa uji laboratorium untuk memastikan seseorang penderita cancer atau bukan.
- Diperlukan data sample yang banyak sebagai data pembanding.
- Dari data uji laboratorium yang didapat,diperlukan metode pengambilan keputusan yang baik sehingga kesalahan dalam nenentukan si pasien terkena cancer atau tidak menjadi lebih kecil.
Sehingga,berbagai metode penggalian informasi dari data sample yang ada mulai bermunculan.Salah satu metode yang dapat digunakan adalah decision tree.

Jumat, 13 Februari 2009

desain PID kontroler

sebelum melangkah lebih jauh,mungkin lebih baik kita memahami istilah PID terlebih dahulu.
P->merupakan variabel yg di gunakan untuk mengganti istilah kontroler Proporsional. I->menggantikan istilah kontroler Integral.
D->menggantikan istilah kontroler Derivatif.,
  • Dalam Aksi kendali Proporsional, output dari sistem kontrol selalu sebanding dengan inputnya.Sinyal output merupakan penguatan dari sinyal kesalahan dengan faktor tertentu, faktor penguatanini merupakan konstanta proporsional dari sistem, yang dinyatakan dengan Kp, dimana Kp inimempunyai respon yang tinggi/cepat.
  • Dalam aksi kendali integral, output dari kontroler ini selalu berubah selama terjadi penyimpangan,dan kecepatan perubahan output tersebut sebanding dengan penyimpangannya, konstantanya dinyatakan dengan Ki , dimana Ki ini mempunyai sensitivitas yang tinggi, yaitu dengan cara mereduksi error yang dihasilkan dari sinyal feedback. Makin besar nilai Ki maka sensitivitasnya akan semakin tinggi, tetapi waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kestabilan lebih cepat,demikian pula sebaliknya.
  • Sedangkan aksi kendali derivative (turunan) bekerja berdasarkan laju perubahan simpangan,sehingga jenis kontroler ini selalu digunakan bersama-sama dengan kontroler proporsional dan integral, konstantanya dinyatakan dengan Kd, dimana Kd ini mempengaruhi kestabilan dari sistem, karena aksi kendali ini dapat mereduksi derror.